Jor-Joran, Transfer Real Madrid 2019 Lebih Besar dari Rekor 2009

Real Madrid nampaknya tak ingin mengulangi periode buruk seperti musim 2018/19 yang lalu, di mana kala itu mereka harus merasakan pahitnya puasa gelar dan melihat sang rival abadi, Barcelona merengkuh gelar juara La Liga.

Oleh sebab itu, Real Madrid pun melakukan pembelian pemain secara besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2019 kali ini. Bahkan total biaya yang telah digelontorkan Real Madrid pada musim panas kali ini jauh lebih besar dari rekor mereka sebelumnya pada bursa transfer musim panas 2009.

Real Madrid Datangkan 5 Pemain Baru

Karena sejauh musim panas ini Real Madrid sudah membeli 5 pemain papan atas, yakni Rodrygo, Eder Militao, Luka Jovic, Eden Hazard, dan Ferland Mendy. Kelima pemain tersebut didatangkan Real Madrid dengan biaya total mencapai angka 300 juta euro atau sekitar 4,8 triliun rupiah.

Pemain termahal yang didatangkan Real Madrid adalah Eden Hazard, di mana pemain asal Belgia itu diboyong dari Chelsea seharga 100 juta euro atau setara 1,6 triliun rupiah. Tingginya harga Hazard juga terbilang cukup lumrah, karena mantan pemain Lille itu memiliki skil dan insting yang sangat tajam dalam mencetak gol.

Pembelian Real Madrid 2019 Kalahkan Rekor 2009

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pembelian Real Madrid di musim panas ini jauh melebihi rekor mereka sebelumnya pada tahun 2009. Karena pada saat itu Real Madrid hanya mengeluarkan uang sebesar 254 juta euro atau setara 4 triliun rupiah untuk mendatangkan beberapa pemain top seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan Xabi Alonso.

Sementara itu, pengeluaran Real Madrid pada musim panas 2019 kali ini juga bisa bertambah lebih besar. Karena menurut Marca mereka masih tertarik untuk mendatangkan gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba yang disinyalir memiliki harga jual sebesar 100 juta euro.

Dengan banyaknya pengeluaran yang telah mereka lakukan, layak ditunggu apakah Real Madrid berhasil mengembalikan kejayaannya pada musim kompetisi 2019/20 mendatang. Sambil menikmati update informasi seputar sepak bola, tidak ada salahnya kamu coba daftar 988Bet hanya di 988Poker.me dan nikmati banyak permainan poker yang sangat menguntungkan.

Juventus Siapkan Daftar 10 Pemain Incaran di Bursa Transfer Musim Panas 2019

Juventus nampaknya akan terus berbenah pada bursa transfer musim panas 2019 kali ini. Karena meskipun berhasil mempertahankan gelar juara Serie A, namun Juventus masih harus merasakan kekecewaan yang mendalam usai gagal menjuarai Liga Champions Eropa 2018/19. Pada kompetisi papan atas antar klub Eropa tersebut langkah Juventus harus terhenti di babak perempat-final usai disingkirkan oleh wakil Belanda, Ajax Amsterdam dengan skor agregat 2-3. Lebih menyakitkannya lagi mereka harus menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari Ajax Amsterdam di depan publiknya sendiri, di Juventus Stadium pada laga leg kedua.

Juventus Siapkan Daftar 10 Pemain Incaran

Oleh sebab itu Juventus berniat untuk merombak skuatnya dengan mendatangkan beberapa pemain berkualitas pada bursa transfer musim panas kali ini. Menurut Tuttosport, Juventus telah membuat daftar 10 pemain incaran mereka. Media tersebut mengabarkan bahwa calon pelatih Juventus, Maurizio Sarri ikut berperan penting dalam penyusunan daftar pemain incaran tersebut.

Emerson Palmieri Target Pertama Juventus

Dari informasi terbaru, target utama Juventus pada musim panas ini adalah mantan anak asuh Sarri di Chelsea, Emerson Palmieri. Sebagai seorang bek, pemain asal Brasil itu berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan dan kuat dalam duel perebutan bola. Pada musim 2018/19 lalu Emerson berhasil mencatat 27 penampilan di semua kompetisi dan mencetak 1 gol serta menyumbang 2 assists. Dengan kualitas yang dimilikinya, petinggi Juventus pun menyetujui keinginan Sarri untuk mendatangkan mantan pemain AS Roma tersebut.

Pemain Incaran Juventus Lainnya

Selain Palmieri, Juventus juga mengincar tiga pemain Real Madrid, yakni Marcelo, James Rodriguez, dan Isco. Tidak hanya itu, tim berjuluk La Vecchia Signora itu juga ingin kembali mendatangkan Paul Pogba dari Manchester United. Sementara untuk memperkuat lini sayap, Juventus ingin mendatangkan Kieran Trippier dari Tottenham Hotspur.

Nama-nama lain yang kemudian diketahui masuk dalam daftar incaran Juventus adalah Nelson Semedo (Barcelona), Federico Chiesa (Fiorentina), Cristiano Piccini (Valencia), Nicolo Zaniolo (AS Roma), dan Mauro Icardi (Inter Milan). Layak ditunggu, apakah Juventus mampu merealisasikan semua target transfer mereka. Nah, sambil menunggu update berita soal transfer pemain, gak ada salahnya kamu mencoba bermain SBOBET hanya di 988Sport.net.

Demi Paul Pogba, Juventus Rela Jual 5 Pemainnya

Gelandang andalan Timnas Perancis, Paul Pogba dikabarkan sudah tidak betah berlama-lama bermain bersama Manchester United. Ia pun santer dikabarkan ingin segera hengkang meninggalkan Old Trafford, markas besar Manchester United. Selain sering mendapat intimidasi dari suporter, performa buruk Manchester United di musim 2018/19 dan kegagalan mereka lolos ke Liga Champions Eropa musim 2019/20 kabarnya menjadi beberapa penyebab utama yang mendasari keinginannya untuk hengkang pada bursa transfer musim panas 2019.

Juventus Tertarik Datangkan Paul Pogba

Memanfaatkan situasi tersebut, juara bertahan Serie A, Juventus dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Pogba di bursa transfer musim panas kali ini. Namun Juventus juga tidak sendiri, karena mereka masih harus bersaing dengan Real Madrid yang secara terang-terangan ingin menggunakan jasa pemain berusia 26 tahun tersebut.

Juventus Bukan Klub yang Asing untuk Pogba

Juventus sendiri juga bukan sebuah klub yang asing untuk Pogba. Karena memang dirinya pernah membela La Vecchia Signora pada periode 2012 hingga 2016 yang lalu, sebelum kemudian diboyong oleh Manchester United dengan nilai transfer sebesar 100 juta euro atau setara 1,6 triliun rupiah. Bersama Juventus, Pogba berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan dengan mencatat 178 penampilan di semua kompetisi, mencetak 34 gol dan menyumbang 43 assists. Tentu saja itu adalah catatan yang cukup mengesankan bagi seorang pemain yang lebih banyak beroperasi di lini tengah.

Demi Pogba, Juventus Siap Jual 5 Pemain

Meskipun musim lalu penampilan Pogba sedikit menurun, namun Manchester United dipastikan tidak akan menjual sang pemain dengan harga yang murah. Klub berjuluk The Red Devils itu pun tetap memagari Pogba dengan nilai transfer yang sangat mahal, sehingga membuat Juventus rela menjual lima pemainnya demi bisa mendatangkan sang pemain ke Turin.

Dari informasi yang diperoleh, Juventus kabarnya ingin menjual Joao Cancelo, Douglas Costa, Juan Cuadrado, Mario Mandzukic, dan Mattia Perin pada bursa transfer musim panas tahun ini. Penjualan kelima pemain tersebut diprediksi akan menambah pemasukan bagi Juventus sebesar 110 juta euro atau setara dengan 1,7 triliun rupiah. Untuk kamu yang ingin menambah pemasukan tanpa bersusah payah, gak ada salahnya mencoba bermain SBOBET di 988Sport.net dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar.

Jelang Pertandingan, Ini 3 Fakta Menarik Laga Uji Coba Jordania vs Indonesia

Timnas Indonesia akan memanfaatkan FIFA Matchday pada periode Juni ini untuk menggelar pertandingan internasional, yakni laga uji coba melawan tuan rumah Jordania di Amman International Stadium, Selasa (11/06). Laga uji coba melawan Jordania juga bisa digunakan oleh tim besutan Simon McMenemy untuk mengukur kemampuan jelang babak kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang.

Pada pertandingan itu sendiri coach Simon sudah memanggil 21 nama untuk memperkuat tim Garuda. Selain diisi oleh muka lama, dalam daftar tersebut juga terdapat muka-muka baru yang mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Selain itu, masih ada 3 fakta menarik lainnya jelang berlangsungnya laga uji coba antara Timnas Jordania vs Indonesia, seperti yang berikut ini.

Berbeda Kualitas

Pertandingan kali ini sebenarnya cukup timpang, di mana tuan rumah Jordania memiliki kualitas yang jauh lebih baik ketimbang tim Garuda. Hal itu bisa dilihat dari perbedaan ranking kedua tim, di mana Indonesia hanya berada di posisi ke-150 ranking FIFA dan Jordania berada di posisi ke-97. Selain itu, head to head juga menunjukkan demikian, di mana dari tiga lawatan terakhirnya Timnas Indonesia selalu kalah lawan Jordania.

Munculnya Muka-Muka Lama

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Simon membuat beberapa kejutan dalam pemanggilan pemain. Karena dirinya memanggil beberapa pemain senior yang sudah lama tidak membela Timnas Indonesia, seperti halnya Achmad Jufriyanto, Ricardo Salampessy, dan Irfan Bachdim. Akan tetapi kabar terbaru menyebutkan bahwa Ricardo sudah dicoret oleh coach Simon. Sementara Jufriyanto dan Bachdim diharapkan mampu membimbing para pemain muda untuk bisa menunjukkan penampilan terbaiknya di laga kontra Jordania, atau pun di laga uji coba selanjutnya melawan Vanuatu.

Perubahan Signifikan di Lini Depan

Sebelumnya lini depan Timnas Indonesia sering kali dihuni oleh Greg Nwokolo, Spasojevic, dan Dedik Setiawan, akan tetapi kini dua nama pertama tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil. Untuk menggantikan keduanya Simon memanggil Bachdim dan Beto Goncalves, yang di mana nama terakhir sukses tampil menggila di ajang Asian Games 2018. Setelah tahu kabar terbaru terkait kondisi Timnas Indonesia, kini saatnya kamu pasang taruhan di Casino Online dan dapatkan banyak keuntungannya hanya di Riropalace.net.

4 Bek Terburuk Sepanjang Sejarah Liga Premier Inggris

Dalam sepak bola modern ada empat posisi utama dalam sebuah tim, yakni kiper, bek, gelandang, dan penyerang. Dilihat dari tugasnya, kiper dan bek memiliki tugas yang cukup penting, tentunya tanpa memandang sebelah mata tugas pemain di posisi lainnya. Karena kiper dan bek harus sigap menghalau setiap serangan yang dilancarkan oleh tim lawan, bahkan mereka harus siap berjibaku dan berdarah-darah dalam mengamankan area pertahanannya. Melihat tugas tersebut, tentu tidak sembarang pemain bisa menjalankan peran dengan sempurna sebagai seorang bek atau mungkin kiper.

Berbicara soal bek, Liga Premier Inggris kini dihuni banyak pemain belakang papan atas yang membela timnya masing-masing. Sebut saja seperti David Luiz, Nicolas Otamendi, Danny Rose, hingga Virgil van Dijk yang kini mulai digadang-gadang sebagai calon kuat peraih Ballon d’Or. Tidak hanya diwarnai oleh para bek terbaik dunia, Liga Premier Inggris ternyata juga sempat diwarnai oleh bek terburuk dalam sejarah, seperti empat bek yang berikut ini.

Frank Sinclair

Nama pertama yang didapuk sebagai bek terburuk sepanjang sejarah Liga Premier Inggris adalah Frank Sinclair. Sebagai seorang bek, Sinclair justru sering membuat kesalahan sendiri yang merugikan timnya, termasuk saat membela Chelsea di final Piala FA 1994 yang dimana hasilnya The Blues harus menelan kekalahan dengan skor 4-0 dari Manchester United.  Tidak hanya itu, selama kariernya di Liga Premier Inggris, Sinclair total telah mencetak 6 gol bunuh diri dari 288 laga yang dia jalani.

Titus Bramble

Kemudian ada nama Titus Bramble, yang pernah menjadi bagian dari Newcastle United. Bersama Newcastle United, Bramble tampil sangat mengecewakan sehingga dirinya pun jarang mendapat kesempatan untuk bermain di lini belakang selama hampir lima musim. Demi memperbaiki kariernya, Bramble pun memutuskan untuk pindah ke Sunderland, meskipun pada akhirnya dia semakin terpuruk di sana. Sebagai seorang bek Brumble justru sulit untuk menghalau setiap serangan tim lawan, namun justru dirinya lebih sering mencetak gol bunuh diri yang sangat merugikan timnya.

Khalid Boulahrouz

Jose Mourinho mendatangkan Khalid Boulahrouz ke Chelsea pada tahun 2006 yang lalu dengan nilai transfer 157 miliar rupiah. Namun tingginya harga yang harus dikeluarkan Chelsea kala itu tidak sebanding dengan kualitas sang pemain, di mana pada musim perdananya dia hanya mampu mencatat 13 penampilan. Ia dianggap gagal memenuhi ekspetasi Chelsea, hingga membuatnya dijual ke klub Jerman, VfB Stuttgart pada tahun 2008 silam.

Claudio Cacapa

Yang terakhir adalah Claudio Cacapa yang sempat bergabung bersama Newcastle United dengan status bebas transfer pada tahun 2000 silam. Digadang-gadang menjadi sosok bek tangguh di lini belakang, Cacapa justru hanya menjadi badut dan bahan lelucon di lini pertahanan Newcastle United. Dirinya mengaku kesulitan untuk beradaptasi dengan sepak bola Inggris sehingga membuatnya sering kali melakukan kesalahan di lini belakang. Kamu pun jangan melakukan kesalahan dalam bermain casino atau poker online kalau tidak mau merugi, karena itu langsung saja kunjungi Imagerous.com dan update informasimu seputar sepak bola dan prediksi terpercaya hanya di Scproject.net.

Siapapun Pelatih Juventus, 3 Pemain Ini Hampir Pasti Dicadangkan

Juventus kini tengah dipusingkan untuk mencari sosok pelatih pengganti Massimiliano Allegri yang memutuskan untuk mengundurkan diri di penghujung musim 2018/19. Mencari pelatih pengganti yang memiliki kualitas lebih baik atau minimal menyamai Allegri tentu saja bukan hal yang mudah, karena ia berhasil mempersembahkan 5 trofi Serie A secara beruntun untuk Juventus.

Namun terlepas dari siapa pun pelatihnya, nampaknya akan ada setidaknya 3 pemain yang bakal tetap sulit mendapat kesempatan bermain di musim 2019/20 mendatang. Nah, berikut adalah 3 pemain tersebut.

Sami Khedira

Sejak musim lalu pemain asal Jerman, Sami Khedira memang sudah jarang mendapat kesempatan bermain dan hanya mampu mencatat 10 penampilan di Serie A. Khedira sendiri nampaknya akan tetap menjadi penghangat bangku cadangan pada kompetisi musim depan, terlepas dari siapa pun pelatih Juventus nantinya. Karena memang mantan pemain Real Madrid ini sering dibekap cedera, yang membuatnya kesulitan untuk menunjukkan penampilan terbaiknya.

Juan Cuadrado

Selanjutnya ada nama Juan Cuadrado, yang di musim 2018/19 hanya mampu mencatat 18 penampilan di Serie A. Posisinya sebagai winger mulai tersisihkan sejak kedatangan bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo yang didatangkan dari Real Madrid pada musim panas 2018. Siapa pun pelatih Juventus pada musim depan nampaknya Cuadrado masih akan kesulitan untuk mendapat kesempatan bermain, karena secara kualitas dirinya juga masih kalah dari Ronaldo dan bahkan Federico Bernardeschi. Akan tetapi Cuadrado masih memiliki sedikit peluang untuk mendapat kesempatan bermain secara reguler, dengan catatan dia mampu menunjukkan penampilan yang mengesankan di setiap kesempatan yang diberikan.

Mattia De Sciglio

Mattia De Sciglio nampaknya sulit untuk menggeser posisi Joao Cancelo di posisi bek kanan. Karena memang kini Cancelo tengah berada dalam performa terbaiknya. Perbedaan kualitas keduanya juga sudah mulai terlihat di musim 2018/19, di mana Cancelo mencatat lebih banyak penampilan ketimbang Sciglio, dengan catatan 25 dibanding 22 penampilan milik Sciglio. Namun Sciglio juga bukan berarti tidak dibutuhkan Juventus, ia pun masih bisa mendapat kesempatan bermain namun harus bergantian dengan Cancelo.

Nah, bagi kamu yang gak ingin mengalami nasib sama seperti mereka dalam permainan poker atau casino, langsung saja kunjungi Imagerous.com dan dapatkan tips & triknya. Untuk kamu yang haus akan informasi seputar sepak bola atau pun prediksi, terus pantengin Scproject.net.

Heboh! La Liga 2018/19 Diguncang Skandal Pengaturan Skor

Seperti yang kita ketahui bahwa kompetisi kasta tertinggi Spanyol, La Liga adalah kompetisi paling bergengsi di seluruh dunia. Bahkan banyak tim-tim raksasa asal La Liga yang berhasil mendominasi kompetisi Eropa, seperti halnya Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid. Sampai sejauh ini Real Madrid masih dinobatkan sebagai tim dengan koleksi gelar juara Liga Champions terbanyak, yakni sebanyak 13 gelar juara. Selain itu, La Liga juga menghasilkan banyak pemain papan atas dunia. Selain Lionel Messi yang sudah kita kenal akan kehebatannya, La Liga juga memiliki Luis Suarez, Marcelo, Sergio Ramos, Jan Oblak, Antoine Griezman, hingga Alvaro Morata. Oleh sebab itu, wajar jika La Liga disebut sebagai salah satu kompetisi paling bergengsi di Eropa dan bahkan dunia.

La Liga Diguncang Skandal Pengaturan Skor

Akan tetapi baru-baru ini muncul sebuah kabar yang cukup mengejutkan dan mencoreng nama baik La Liga. Karena menurut investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kompetisi La Liga musim 2018/19 sudah dimasuki skandal pengaturan skor atau match fixing. Menurut laporan dari Mundo Deportivo, laga yang mempertemukan antara Real Valladolid melawan Valencia yang berlangsung di Stadion Jose Zorrilla pada 18 Mei yang lalu sudah diatur.

Pada pertandingan itu Valencia menang dengan skor 0-2, di mana kedua gol masing-masing dicetak oleh Carlos Soler pada menit ke-36 dan Rodrigo Moreno pada menit ke-52. Namun proses terjadinya gol tersebut memiliki banyak kejanggalan, di mana keduanya berawal dari kesalahan para pemain Real Valladolid. Berdasarkan penyelidikan sementara, laga itu sudah diatur di mana mantan pemain sepak bola, Carlos Aranda menjadi dalang dibalik semuanya dan ada 7 pemain Real Valladolid yang disuap.

“Dengar, Valencia akan menang di babak pertama dan kedua, oke? Jadi, mereka harus mencetak dua gol di dua babak itu, mereka menang di babak pertama dan kedua,” kata Carlos dalam sebuah percakapan melalui telepon.

Pengaturan Skor Menguntungkan Valencia

Pengaturan skor ini sendiri bertujuan untuk menguntungkan Valencia. Karena tim yang juga juara Copa del Rey itu berhasrat untuk memenangkan pertandingan demi bisa lolos ke Liga Champions musim depan. Sementara Real Valladolid bersedia mengalah karena mereka sudah dipastikan terhindar dari zona degradasi dan tetap aman di La Liga musim depan.

Untuk kamu yang ingin menjadi agen Sbobet, bisa langsung klik 988Sport.net dan dapatkan peluang menang yang lebih besar.

Termasuk Kinsey Wolanski, Ini 3 Penyusup di Laga Final Liga Champions

Gelaran laga final Liga Champions musim ini yang mempertemukan antara Tottenham Hotspur vs Liverpool sedikit terganggu dengan adanya kehadiran penyusup pada menit ke-18. Wanita yang belakangan diketahui bernama Kinsey Wolanski ini nekat menerobos penjagaan dan masuk ke dalam lapangan pertandingan dengan mengenakan pakain yang sangat seksi berwarna hitam. Seketika Kinsey pun langsung menjadi perhatian para penonton yang memenuhi Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, tempat berlangsungnya pertandingan tersebut.

Akan tetapi Kinsey bukan satu-satunya penyusup yang sempat mengganggu jalannya laga final Liga Champions. Karena pada beberapa gelaran final Liga Champions sebelumnya juga sempat terganggu dengan adanya kehadiran penyusup di tengah-tengah lapangan pertandingan. Berikut adalah 3 penyusup yang pernah mengacaukan laga final Liga Champions Eropa.

Liga Champions 2018

Pada laga final Liga Champions musim 2017/18 yang mempertemukan antara Real Madrid melawan Liverpool di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, juga sempat dikacaukan oleh kehadiran penyusup. Kala itu seorang pria yang turun dari tribun suporter Real Madrid berlari menuju ke tengah lapangan dan menghampiri Cristiano Ronaldo yang akan menendang bola. Pemain yang kini membela Juventus itu pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menendang bola. Sementara itu, pada laga tersebut Real Madrid berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.

Liga Champions 2019

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jalannya pertandingan final Liga Champions 2018/19 kali ini sempat tergganggu karena ulah Kinsey yang berlari menyusup ke tengah lapangan pertandingan. Kinsey sendiri turun dari arah tribun suporter Liverpool dengan menggunakan pakaian seksi berwarna hitam dan bertuliskan ‘Vitaly Uncensored’. Sementara pada laga kali ini Liverpool berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 0-2.

Liga Champions 2016

Laga final Liga Champions 2016 juga sempat terganggu dengan adanya penyusup. Hanya saja kali ini penyusup tersebut tidak memasuki lapangan ketika pertandingan sedang berlangsung. Karena pria yang diketahui bernama Gaspare Galasso itu menyusup dan berada di tengah-tengah pemain Real Madrid yang sedang mengangkat trofi Liga Champions. Dalam sebuah kesempatan wawancara, Gaspare mengakui bahwa dia memasuki lapangan dan berada di podium juara dengan menggunakan tanda pengenal untuk media. Nah, bagi kamu yang ingin bermain Play1628 dengan kesempatan menang yang lebih besar, langsung saja kunjungi Dothixala.net.

Messi Sebut Kekalahan Barcelona dari Liverpool Karena Hal yang Konyol

Barcelona mengalami banyak kejadian tragis di penghujung musim 2018/19, beberapa di antaranya adalah tersingkirnya mereka dari Liga Champions Eropa dan kekalahan di final Copa del Rey melawan Valencia yang secara kualitas berada di bawah mereka. Namun yang paling tidak mengenakkan hati tentu saja adalah tersingkirnya Barcelona dari tangan Liverpool di babak semi-final Liga Champions.

Karena pada leg pertama mereka sebenarnya mampu unggul dengan skor telak 3-0, masing-masing melalui gol dari Luis Suarez dan brace dari Lionel Messi. Lebih diunggulkan untuk melaju ke babak final, Barcelona justru tampil melempem di laga leg kedua yang dilangsungkan di markas Liverpool, Anfield. Pada pertandingan itu gawang Barcelona diberondong Liverpool dengan empat gol tanpa balas, di mana Divock Origi dan Giorginio Wijnaldum keluar sebagai pahlawan dengan masing-masing mencetak 2 gol untuk pasukan Jurgen Klopp. Liverpool pun berhak melaju ke babak final Liga Champions dengan keunggulan agregat 4-3 dari Barcelona. Bagaimana dengan kamu, apakah selalu menang dalam bermain Play1628? Kalau tidak, kamu bisa langsung join di Dothixala.net dan dapatkan banyak keuntungannya.

Lionel Messi Sebut Barcelona Melakukan Kesalahan Konyol

Mengenai hal itu, kapten Barcelona, Lionel Messi pun memberikan komentarnya. Dalam sebuah kesempatan wawancara dia menyebutkan bahwa kekalahan telak yang diderita Barcelona dari Liverpool di laga leg kedua karena sebuah kesalahan konyol.

“Laga melawan Liverpool adalah sebuah tragedi. Kami menciptakan kesalahan konyol lalu mereka mengungguli kami dalam hal hasrat dan sikap,” kata Messi seperti dilansir di lama Fox Sport.

Hanya saja dalam kesempatan itu Messi tidak bersedia menyebutkan lebih terperinci mengenai kesalahan konyol yang dia maksud. Namun yang jelas kekalahan telak Barcelona melawan Liverpool akan menjadi sejarah kelam bagi klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut.

Dengan kegagalan melaju ke babak final pada Liga Champions musim ini, berarti Barcelona sudah absen merebut trofi paling bergengsi antar klub Eropa itu sejak tahun 2015 yang lalu. Terakhir kali Barcelona meraih gelar juara Liga Champions pada musim kompetisi 2014/15 yang lalu. Kala itu di laga final Barcelona berhasil mengalahkan Juventus dengan skor meyakinkan 1-3 di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman.

Performa Persebaya Jeblok, Ini 3 Kandidat Pelatih Pengganti Djanur

Persebaya Surabaya gagal mengawali Liga 1 2019 dengan awal yang manis. Karena dari tiga pertandingan yang dijalani, tim besutan Djadjang Nurdjaman itu hanya mampu meraih 2 kali hasil imbang. Lebih parahnya lagi, dua hasil imbang itu mereka raih di kandang sendiri saat laga melawan Kalteng Putra (21/05) dengan skor 1-1 dan PSIS Semarang (30/05) juga dengan skor 1-1. Sementara di pertandingan perdana mereka harus menyerah dengan skor 2-1 dari tuan rumah Bali United (16/05). Hasil di tiga pertandingan itu pun membuat Persebaya kini harus menghuni posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 2 poin.

Kondisi itu tentu saja membuat manajemen merasa gerah. Melalui Candra Wahyudi selaku manajer tim, dia mengutarakan bahwa timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap pelatih kepala. Apa yang dikatakan oleh Candra tentu saja menjadi sebuah lampu kuning bagi coach Djadjang. Jika memang pelatih yang akrab disapa Djanur itu harus dipecat, berikut adalah 3 kandidat pelatih yang bisa menggantikan posisinya di Persebaya.

Bejo Sugiantoro

Nama pertama adalah Bejo Sugiantoro, yang saat ini menjabat sebagai asisten Djanur di Persebaya. Bejo bisa menjadi opsi alternatif bagi manajemen Persebaya jika memang mereka harus mendepak Djanur dari kursi pelatih. Karena Bejo dianggap telah mengenal seluk beluk dari Persebaya, mengingat dia juga sosok legenda di tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Milan Petrovic

Musim lalu Milan Petrovic secara ajaib mampu membenahi penampilan Arema FC yang carut marut. Setelah sempat berada di dasar klasemen sementara Liga 1 2018, pelan tapi pasti Milan berhasil memperbaiki performa tim Singo Edan dan finish di posisi ke-6 klasemen akhir. Meskipun berhasil menunjukkan kualitasnya, namun secara mengejutkan manajemen Arema tidak memperpanjang kontraknya dan memutuskan untuk menunjuk Milomir Seslija sebagai pelatih di Liga 1 2019.

Rafael Berges

Yang terakhir adalah Rafael Berges, yang sempat menukangi Mitra Kukar di Liga 1 2018. Akan tetapi sangat disayangkan, kemudian Berges diputus kontrak oleh Mitra Kukar di pertengahan kompetisi. Meskipun demikian, Persebaya juga bisa menjadikan Berges sebagai pelatih, mengingat dia memiliki CV yang mentereng. Ketika masih aktif sebagai pemain, dia pernah membela Timnas Spanyol U-23 bersama dengan Pep Guardiola dan Luis Enrique. Sementara di dunia kepelatihan dia pernah menangani beberapa tim asal Spanyol, yakni UD Logrones, Real Jaen, Cordoba, Pozoblanco, Linares, hingga Almeria B. Bagi kamu yang ingin mendapat banyak keuntungan dari permainan Play1628 dan berita terbaru dunia sepak bola, langsung saja kunjungi Dothixala.com.