Manchester United dikabarkan hanya tinggal selangkah lagi berhasil mendatangkan Paulo Dybala dari Juventus. Menurut informasi yang beredar, Dybala akan ditukar dengan striker Manchester United asal Belgia, Romelu Lukaku, yang memang diinginkan oleh Juventus.

Jika memang Dybala benar-benar memperkuat Manchester United di kompetisi musim depan, tentu saja tim yang bermarkas di Old Trafford itu akan mendapat banyak keuntungan. Apa saja keuntungannya? Silahkan simak ulasan yang berikut ini.

Oh ya, sebelumnya ada baiknya kamu coba kunjungi 988bet.net dan mainkan casino di SBOBET untuk mendapat bonus yang lebih besar.

Berada di Usia Matang

Saat ini Dybala tengah berada di usia matang sebagai pemain sepak bola, yakni berusia 25 tahun. Berperan sebagai pemain nomor 10, Dybala sejatinya memiliki potensi yang besar jika berhasil dikembangkan dengan baik. Kehebatan Dybala sebenarnya sudah terbukti di Juventus, tepatnya sebelum kedatangan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018.

Karena sejauh musim 2017/18, Dybala berhasil mencetak 22 gol di kompetisi Serie A. Hanya saja kedatangan Ronaldo sedikit membatasi peran Dybala, di mana pada kompetisi musim 2018/19 dia hanya mampu mencatat 30 penampilan di Serie A dengan koleksi 5 gol.

Menjadi Pemain Pembeda

Dybala sudah beberapa kali menjadi pemain pembeda dan penyelamat bagi Juventus. Di sepanjang musim 2017/18, Dybala berhasil mencatat 3 kali hattrick dan 3 kali brace alias dua gol dalam satu pertandingan. Oleh sebab itu, mendatangkan Dybala akan menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar untuk Manchester United.

Sesuai dengan Ole Gunnar Solksjaer

Pada musim lalu Peran Dybala tidak begitu maksimal di Juventus karena kecenderungan mereka menggunakan formasi 4-3-3. Kehadiran Ronaldo membuat Dybala kesulitan untuk mendapat peran yang sesuai dengan karakter permainannya. Namun ketika bermain bersama Manchester United, Dybala diyakini akan mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Karena Ole adalah pelatih yang lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-1-2 yang sesuai dengan karakter permainan Dybala. Dalam formasi itu Dybala bisa dimainkan sebagai playmaker, second striker, atau bahkan striker tengah.

Eksekutor Bola Mati

Dybala juga diberkahi dengan kemampuan tendangan bola mati yang cukup baik. Di sepanjang kariernya Dybala telah berhasil menuntaskan 19 penalti dari 21 kesempatan yang dia dapatkan. Tentu saja hal itu akan semakin menambah opsi bagi Ole terkait eksekutor bola mati.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *